MADIUN
– Ada peran besar kaum perempuan dalam mewujudkan keluarga sehat dan
sejahtera di Kelurahan Banjarejo, Taman, Kota Madiun. Sebab, mereka
memiliki segudang inovasi untuk mengembangkan segala potensi yang
dimiliki. Itu pula yang mengantar kelurahan tersebut lolos tiga besar
pembinaan peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera
(P2WKSS) terbaik Jawa Timur 2016.
Wali Kota
Madiun Bambang Irianto (BI) mengatakan, kualitas dan produktivitas
perempuan Banjarejo dapat dilihat dari puluhan inovasi di 12 sektor.
Dari belasan inovasi tersebut, kebun kejujuran menjadi unggulannya.
‘’Selain
membudayakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah dan sayur,
misinya mengajarkan perilaku jujur kepada masyarakat. Warga yang memanen
tanaman dari kebun itu harus langsung menyetorkan duitnya ke
bendahara,’’ jelas BI, kemarin (12/9).
Kejujuran
yang ditumbuhkan warga Banjarejo terbukti bermuara pada kemakmuran.
Setidaknya, kebun kejujuran yang dirintis sejak enam tahun silam itu
sudah menghasilkan kas senilai Rp 6 juta lebih (selengkapnya lihat grafis).
Ada pula
pos curhat yang melibatkan psikolog. Tidak hanya itu, kaum perempuan
setempat juga diberdayakan dengan penyuluhan bidang hukum. Pun
diharapkan mereka mentransfer ilmunya kepada anak-anaknya agar taat
hukum. ‘’Tidak hanya tentang KDRT, tapi ada juga penyuluhan seputar
bahaya narkoba,’’ tuturnya.
Menurut
dia, berbagai inovasi itu tidak terlepas dari metode pemberdayaan tuntas
yang dilakukan pemkot. Pihaknya sengaja melibatkan berbagai sektor
untuk melakukan pembinaan. Mulai dinkes, dikbudpora, disperindag, hingga
BPM KB dan ketahanan pangan. ‘’Apalagi, warga setempat punya keinginan
kuat untuk maju dan sejahtera,’’ tegasnya.
Kepala
BPM KB dan Ketahanan Pangan Ansar Rasidi menambahkan, kreativitas warga
Banjarejo juga mampu menciptakan ketahanan keluarga. Dia ambil contoh di
kelurahan setempat banyak home industry. Mulai sambal pecel, madumongso, keripik ikan, hinga sulam pita. ‘’Kami terus bina agar mereka lebih mandiri,’’ ujarnya.
Ansar
menuturkan, P2WKSS merupakan program pemerintah yang dilaksanakan sejak
1979. Melalui program itu, kaum perempuan diharapkan lebih berperan
aktif dalam setiap program pembangunan. “Didasarkan pada pandangan bahwa
perempuan adalah warga negara dan sumber insani pembangunan yang
mempunyai kedudukan, hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama dalam
pembangunan di segala bidang, termasuk kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” paparnya.
Jadi Jujugan Studi Banding
KEBUN
kejujuran lahir di tengah keprihatinan semakin lunturnya sifat jujur di
kalangan masyarakat. Adalah Erlina Fatma Ratri, warga Perum Griya
Kencana, yang menjadi perintisnya. Memanfaatkan lahan fasum seluas 80
meter persegi, kini kas kebun itu sudah menembus angka Rp 6 jutaan.
‘’Sempat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi,’’ terang Erlina.
Erlina
merintis kebun kejujuran pada 2010. Bermula saat melihat lahan fasum
milik pemkot di pojokan perumahan yang kosong dan ditumbuhi rerumputan.
‘’Akhirnya saya jadikan kebun dengan modal Rp 1 jutaan untuk beli tanah,
polybag, bibit sayuran, pipa, dan keperluan lainnya,’’ bebernya
Awalnya
kebun itu ditanami sayur kangkung, sawi, dan terong. Berkat ketekuannya,
tanaman mampu dipanen dua kali sebulan. ‘’Sekali panen hasilnya sampai
Rp 200 ribu,’’ ungkap alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kini
menjabat wakasek SMKN 3 Kota Madiun itu.
Erlina
mengaku sengaja menanam sayuran sebagai kampanye kembali ke makanan
sehat. Pun tanaman di kebun kejujuran itu sama sekali tidak menggunakan
pestisida dan pupuk kimia. ‘’Warga yang berminat bisa memanen sendiri,
milih sendiri, dan duitnya diserahkan ke bendahara,’’ tuturnya.
Dia
sengaja tidak mematok harga tertentu. Sebab, warga sudah paham dengan
harga sayuran di pasaran. Pun tidak mengharamkan tawar-menawar. Semisal
harga pepaya di pasaran Rp 7 ribu, di kebun kejujuran bisa diperoleh
dengan merogoh kocek Rp 5 ribu. ‘’Sisa batang dan dahan sayuran diolah
jadi kompos untuk pupuk tanaman,’’ imbuh Erlina.
Sukses
menanam sayuran membuat Erlina mengembangkan sayap ke pembibitan palem
ekor tupai. Benih yang diambil dari depan perumahan dikembangkan secara
mandiri. Hasilnya, dari kebun berukuran 80 meter persegi mampu
menyumplai kebutuhan bibit palem di pasar bunga barat Stadion Wilis.
‘’Biasanya hasil penjualan (bibit palem) kami barter dengan pupuk
organik,’’ ungkapnya.
Sukses
mengelola kebun kejujuran membuat semangatnya bertambah. Dia pun
menyulap lahan kosong dekat perumahannya menjadi kebun pisang dan
pepaya. Kreativitas Erlina pun diikuti warga sekitar. Kini setiap RT di
sekitar lokasi tersebut mengikuti jejaknya.
Peraih
kader madya dari Gubernur Soekarwo ini mengatakan, sukses tersebut tak
lepas dari peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kencana Indah. Pun
banyak warga kelurahan lain yang melakukan studi banding untuk belajar
mengembangkan kebun kejujuran.
Kabag
Humas dan Protokol Pemkot Misdi menyebut KIM di Kota Madiun sudah
mengakar. Pun KIM membantu pemasaran berbagai produk dan program
unggulan di masing-masing RT. ‘’Zaman sekarang eranya online,’’ katanya. (pra/isd)
Sumber :http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-4578-jujur-itu-makmur.html
Post a Comment