Info Terbaru
Jl. Serayu, Perumahan Griya Kencana D18 CP : 085736303000

Gaya Hidup

Berita

UKM

Tuesday, 13 September 2016

Liputan Jawa Pos Radar Madiun di Kebun Kejujuran

MADIUN – Ada peran besar kaum perempuan dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera di Kelurahan Banjarejo, Taman, Kota Madiun. Sebab, mereka memiliki segudang inovasi untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Itu pula yang mengantar kelurahan tersebut lolos tiga besar pembinaan peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera (P2WKSS) terbaik Jawa Timur 2016.
Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI) mengatakan, kualitas dan produktivitas perempuan Banjarejo dapat dilihat dari puluhan inovasi di 12 sektor. Dari belasan inovasi tersebut, kebun kejujuran menjadi unggulannya.
‘’Selain membudayakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah dan sayur, misinya mengajarkan perilaku jujur kepada masyarakat. Warga yang memanen tanaman dari kebun itu harus langsung menyetorkan duitnya ke bendahara,’’ jelas BI, kemarin (12/9).
Kejujuran yang ditumbuhkan warga Banjarejo terbukti bermuara pada kemakmuran. Setidaknya, kebun kejujuran yang dirintis sejak enam tahun silam itu sudah menghasilkan kas senilai Rp 6 juta lebih (selengkapnya lihat grafis).
Ada pula pos curhat yang melibatkan psikolog. Tidak hanya itu, kaum perempuan setempat juga diberdayakan dengan penyuluhan bidang hukum. Pun diharapkan mereka mentransfer ilmunya kepada anak-anaknya agar taat hukum. ‘’Tidak hanya tentang KDRT, tapi ada juga penyuluhan seputar bahaya narkoba,’’ tuturnya.
Menurut dia, berbagai inovasi itu tidak terlepas dari metode pemberdayaan tuntas yang dilakukan pemkot. Pihaknya sengaja melibatkan berbagai sektor untuk melakukan pembinaan. Mulai dinkes, dikbudpora, disperindag, hingga BPM KB dan ketahanan pangan. ‘’Apalagi, warga setempat punya keinginan kuat untuk maju dan sejahtera,’’ tegasnya.
Kepala BPM KB dan Ketahanan Pangan Ansar Rasidi menambahkan, kreativitas warga Banjarejo juga mampu menciptakan ketahanan keluarga. Dia ambil contoh di kelurahan setempat banyak home industry. Mulai sambal pecel, madumongso, keripik ikan, hinga sulam pita. ‘’Kami terus bina agar mereka lebih mandiri,’’ ujarnya.
Ansar menuturkan, P2WKSS merupakan program pemerintah yang dilaksanakan sejak 1979. Melalui program itu, kaum perempuan diharapkan lebih berperan aktif dalam setiap program pembangunan. “Didasarkan pada pandangan bahwa perempuan adalah warga negara dan sumber insani pembangunan yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama dalam pembangunan di segala bidang, termasuk kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” paparnya.
Jadi Jujugan Studi Banding
KEBUN kejujuran lahir di tengah keprihatinan semakin lunturnya sifat jujur di kalangan masyarakat. Adalah Erlina Fatma Ratri, warga Perum Griya Kencana, yang menjadi perintisnya. Memanfaatkan lahan fasum seluas 80 meter persegi, kini kas kebun itu sudah menembus angka Rp 6 jutaan. ‘’Sempat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi,’’ terang Erlina.
Erlina merintis kebun kejujuran pada 2010. Bermula saat melihat lahan fasum milik pemkot di pojokan perumahan yang kosong dan ditumbuhi rerumputan. ‘’Akhirnya saya jadikan kebun dengan modal Rp 1 jutaan untuk beli tanah, polybag, bibit sayuran, pipa, dan keperluan lainnya,’’ bebernya
Awalnya kebun itu ditanami sayur kangkung, sawi, dan terong. Berkat ketekuannya, tanaman mampu dipanen dua kali sebulan. ‘’Sekali panen hasilnya sampai Rp 200 ribu,’’ ungkap alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kini menjabat wakasek SMKN 3 Kota Madiun itu.
Erlina mengaku sengaja menanam sayuran sebagai kampanye kembali ke makanan sehat. Pun tanaman di kebun kejujuran itu sama sekali tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia. ‘’Warga yang berminat bisa memanen sendiri, milih sendiri, dan duitnya diserahkan ke bendahara,’’ tuturnya.
Dia sengaja tidak mematok harga tertentu. Sebab, warga sudah paham dengan harga sayuran di pasaran. Pun tidak mengharamkan tawar-menawar. Semisal harga pepaya di pasaran Rp 7 ribu, di kebun kejujuran bisa diperoleh dengan merogoh kocek Rp 5 ribu. ‘’Sisa batang dan dahan sayuran diolah jadi kompos untuk pupuk tanaman,’’ imbuh Erlina.
Sukses menanam sayuran membuat Erlina mengembangkan sayap ke pembibitan palem ekor tupai. Benih yang diambil dari depan perumahan dikembangkan secara mandiri. Hasilnya, dari kebun berukuran 80 meter persegi mampu menyumplai kebutuhan bibit palem di pasar bunga barat Stadion Wilis. ‘’Biasanya hasil penjualan (bibit palem) kami barter dengan pupuk organik,’’ ungkapnya.
Sukses mengelola kebun kejujuran membuat semangatnya bertambah. Dia pun menyulap lahan kosong dekat perumahannya menjadi kebun pisang dan pepaya. Kreativitas Erlina pun diikuti warga sekitar. Kini setiap RT di sekitar lokasi tersebut mengikuti jejaknya.
Peraih kader madya dari Gubernur Soekarwo ini mengatakan, sukses tersebut tak lepas dari peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kencana Indah. Pun banyak warga kelurahan lain yang melakukan studi banding untuk belajar mengembangkan kebun kejujuran.
Kabag Humas dan Protokol Pemkot Misdi menyebut KIM di Kota Madiun sudah mengakar. Pun KIM membantu pemasaran berbagai produk dan program unggulan di masing-masing RT. ‘’Zaman sekarang eranya online,’’ katanya. (pra/isd)
 Sumber :
http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-4578-jujur-itu-makmur.html

Post a Comment

 
Copyright © 2013 KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT "KENCANA INDAH"
Powered byBlogger